News Internasional Nasional Lokal Sul-Sel Makassar Jeneponto Bulukumba Gowa Takalar Asia Amerika Pendidikan Dokumen Office Internet Videos

Masih Ingat Nenek Rante yang Tinggal di Gudang Pupuk ? Begini Kondisinya Sekarang !

Admin
Wednesday, March 9, 2022, 2:59 AM WIB Last Updated 2022-03-09T07:59:37Z
Nenek Rante.


JENEPONTO - Masih ingat dengan Nenek Rante yang tinggal di sebuah gudang pupuk milik Pemerintah di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto ?

Seorang nenek yang tengah viral beberapa bulan lalu karena kondisinya yang amat memprihatinkan, tinggal di sebuah gudang pupuk dan menghidupi dan menyekolahkan cucunya dari hasil penjualan sapu lidi.

Rasa haru dirasakan seorang Nenek bernama Badia Daeng Rante (70) yang akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang layak huni.

Nenek Badia yang hidup sebatang kara selama kurang lebih 10 tahun tinggal di sebuah bangunan bekas gudang pupuk di desa yang sama dengan kondisi tempat tinggal yang jauh dari kata layak.

Kondisi kehidupan Nenek Badia pun menjadi perhatian Lembaga Cinta Kasih Makassar yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa setempat dan juga dari Tim Kementerian Sosial membangungkan Nenek Badia sebuah rumah layak huni di atas lahan berukuran 6×6 meter.

Silfia dari Lembaga Cinta Kasih Makassar mengaku pembangunan rumah untuk Nenek Badia berjalan lancar. Keberhasilan ini diakuinya, juga berkat adanya dukungan bantuan dari Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

“Alhamdulillah, rumah Nenek Badia berhasil kita bangun. Kini Nenek Badia bisa merasakan tinggal di sebuah rumah yang layak huni. Alhamdulillah juga keberhasilan kita membangun rumah Nenek Badia berkat adanya support dan bantuan dari Bapak Plt Gubernur Sulsel,” jelasnya, Rabu (9/3/2022).

Siflia juga menjelaskan, jika selama ini Nenek Badia sangat mengharapkan bisa memiliki sebuah rumah sendiri. Akhirnya impian Nenek Badia untuk dapat hidup di sebuah rumah yang layak, pun terwujud berkat adanya kepedulian dari Andi Sudirman Sulaiman.

“Nenek selama ini bekerja membuat sapu lidi yang di jual seikatnya dengan harga Rp2 ribu. Dalam sehari nenek berhasil membuat 10 ikat sapu lidi. Dengan penghasilan sepeti itu Nenek Badia hanya bisa menggunakan uang yang didapatnya untuk makan sehari-hari saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Nenek Badia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dirinya untuk bisa memiliki sebuah rumah yang layak huni, termasuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Andi Sudirman Sulaiman.

“Terima kasih Bapak Andi Sudirman Sulaiman atas bantuannya. Mudah-mudahan Bapak dan keluarga diberikan kesehatan dan rejeki dari Allah Subhana Wa Ta’ala,” ucapnya.

Komentar

Tampilkan

• Selamat Datang di Winar.site | Informasi Menarik dan Terupdate Berada dalam Genggaman Anda | © 2022 Winar.site • All Rights Reserved