News Internasional Nasional Lokal Sul-Sel Makassar Jeneponto Bulukumba Gowa Takalar Asia Amerika Pendidikan Dokumen Office Internet Videos

Gadis 13 Tahun di Bantaeng Dilaporkan "Digilir" Beramai-Ramai

Admin
Sunday, March 6, 2022, 8:03 AM WIB Last Updated 2022-03-06T13:03:56Z
Ilustrasi (Src. Google)


BANTAENG - Seorang gadis belia berusia 13 tahun di Kabupaten Bantaeng, Sulsel diduga Digilir atau diperkosa oleh pacarnya usai dicekoki Minuman Keras (Miras).

Hal tersebut diketahui ketika dari Pihak Korban Melapor ke Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng pada Minggu (06/03/2022) terkait tindak Pemerkosaan.

Tante korban yang dikonfirmasi saat sedang berada di Kantor Polres Bantaeng membenarkan bahwa dirinya telah membuat laporan tindak Pemerkosaan terhadap keponakannya yang masih berusia 13 tahun.

"Kami sudah laporkan insiden yang menimpa kemanakan saya karena diduga diperlakukan yang tidak manusiawi oleh pacarnya sendiri," kata Tante Korban.

Korban sebut saja namanya Melati (nama samaran) diduga diperkosa secara bergilir oleh 4 orang laki-laki disebuah indekost.

Dihimpun dari berbagai sumber dimana kronologis kejadian ini berawal pada malam hari di Kampung Layoa, Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.

Melati dijemput oleh laki-laki dengan menggunakan sepeda motor dan dibawa ke salah satu pantai di Bantaeng, dalam hal ini Pantai Marina yang berada di perbatasan Bantaeng-Bulukumba.

Namun, hingga larut malam Melati pun belum kembali kerumah. Sehingga keluarga korban panik dan mencari-cari dimana Melati berada.

Ke-esokan harinya, pihak keluarga korban mendengar informasi bahwa Melati berada di salah satu rumah kos-kosan di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Akhirnya tidak menunggu lama, keluarga korban langsung menemui Melati di rumah kos-kosan di Bulukumba.

Melati saat ditemukan kondisinya sudah tidak sadarkan diri karena habis dicekoki Minuman Keras (Miras) oleh lelaki hidung belang yang diduga tidak lain merupakan pacarnya sendiri bersama dengan rekan-rekannya.

Setelah dua hari berlalu, pihak Keluarga Korban ingin memilih untuk melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa Layoa, guna untuk dilakukan mediasi.

Namun, pihak keluarga korban tidak mendapatkan hasil dan akhirnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Kantor Polisi.

"Pelaku kejadian itu beberapa orang rekan pacarnya, turut melakukan hal yang serupa terhadap korban," ucap Tante Korban.

Selain itu, petugas SPK Polres Bantaeng membenarkan adanya laporan tentang dugaan pemerkosaan anak di bawah umur pada kamis Malam (1/2/2022).

"Sementara dilakukan pemeriksaan," ungkap petugas SPK Polres Bantaeng, Jumat (4/2/2022).

Komentar

Tampilkan

• Selamat Datang di Winar.site | Informasi Menarik dan Terupdate Berada dalam Genggaman Anda | © 2022 Winar.site • All Rights Reserved