News Internasional Nasional Lokal Sul-Sel Makassar Jeneponto Bulukumba Gowa Takalar Asia Amerika Pendidikan Dokumen Office Internet Videos

Video: Tiga Orang "Koruptor" di Tubuh Disdikbud Kab. Jeneponto Digiring ke Penjara !

Admin
Friday, November 12, 2021, 2:59 PM WIB Last Updated 2021-11-12T19:59:37Z
Kejari Jeneponto Membawa Ketiga Tersangka ke Rutan Kelas II.B Jeneponto.

JENEPONTO -- Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yang notabenenya sebagai penanggung jawab untuk mengkoordinir perkembangan pembangunan dan kemajuan setiap sekolah yang ada, namun kini di tubuh Dinas tersebut tersandung Kasus Dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019 yang berkisar Rp39 Miliyar.

Hal tersebut jelas diketahui ketika,Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto untuk anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) rehab sekolah tahun anggaran 2019.

Terlihat di Kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto, Jl. Sultan Hasanuddin, Jumat (12/11/2021) sekira pukul 16.30 wita, para tersangka keluar dari ruangan penyidikan menggunakan baju rompi orange dan langsung di bawa ke Rutan Kelas II B Jeneponto.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Jeneponto, Ardi Ariyadi mengungkapkan saat wawancarai awak media membenarkan pihaknya resmi menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan Korupsi DAK tahun 2019.

"Jadi Kami telah melakukan penyidikan mengenai dugaan tindak pidana Korupsi Anggaran DAK Rehab Sekolah tahun anggaran 2019 pada dinas Pendidikan. Anggaranya sekitar Rp39 Miliar," ucap Ardi.

Saat ditanya identitas para tersangka, Ardi hanya menyebut inisial para tersangka.

"Kita hanya menyebut inisial pak, jadi inisialnya D, R dan J. Ketiga orang ini ada Fasilitator, PPTK dan Pihak rekanan," pungkasnya.

Ardy juga membenarkan jika Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Nur Alam Kareng Beso dipanggil hanya sebatas saksi.

"Jadi Kami memeriksa beberapa saksi termasuk kadis Pendidikan," pungkasnya.

Hanya saja Ardi tidak menjelaskan secara rinci peran para tersangka dan kerugian negara yang dilakukan ke tiga orang itu. Namun Ardi menyebut, mereka di Jerat  pasal 11 dan 12 nomor 20 tahun 2021 tentang Gratifikasi.

"Jadi bukan soal kurugian negaranya tapi ini menyangkut pasal 11 dan pasal 12," katanya.


Src: Ci, Jum'at (12/11/2021).

Komentar

Tampilkan

• Selamat Datang di Winar.site | Informasi Menarik dan Terupdate Berada dalam Genggaman Anda | © 2022 Winar.site • All Rights Reserved